….suatu ketika ada seorang gadis yang belajar untuk menikmati hidup. dulu ia begitu menuntut, begitu idealis, terjebak dengan tuntutan hidup. kemudian ia lelah dengan siklus yang selalu sama. dan bersamaan dengan bertambahnya umur ia kemudian mulai melihat segala sesuatu dengan kacamata yang lebih jernih. ia mulai mencari sesuatu yang ia senangi tanpa ada iming-iming selain dari perasaan bahagia. ia temukan itu dan hal itu membuatnya semakin menghargai hidup. kebahagiaan itu terpancar dari kesehariannya, hubungannya dengan orang-orang semakin baik, performa kerjanya pun semakin bagus. ia menikmati hidupnya dan merasa ia tak perlu apapun untuk melengkapi hidupnya selain dari perasaan bersyukur.

melihat performa kerja yang baik, ia dicalonkan untuk jenjang pekerjaan yang lebih tinggi. mendengar kesempatan itu si gadis memompa performa kerja, agar ia semakin kuat sebagai calon. namun semakin kuat ia memacu dirinya, tetap terasa tidak selapang sebelumnya. ia gampang merasa lelah, dan tidak bahagia. bekerja pun sebatas ingin mendapatkan pujian. waktunya tiba, dan ternyata ia belum mendapat kesempatan seperti yang dijanjikan.

Ia merenung dan kemudian ia tersadar, bahwa tujuan ia bekerja telah berbelok demi mengejar jabatan. tentu tidak selapang sebelumnya, ketika ia bekerja tanpa beban dan menikmatinya karena hidup adalah serangkaian kegiatan yang penuh berkelimpahan.

blinded by the light and you forget the purpose of what you’re doing.

Advertisement